Hukum Menikah Beda Agama Menurut Para Ulama Di Indonesia

Doa-doa Terbaik bagi Pasangan Baru Menikah, Termasuk di Malam Pertama

            Pembahasan mengenai masalah pernikahan beda agama di Indonesia memang seakan tidak ada habisnya. Ternyata permasalahan pernikahan beda agama ini bukan hanya menjadi permasalahan di Indonesia melainkan di negara – negara besar lainnya yang penduduknya memiliki keberagama agama didalamnya.

            Sebenarnya secara personal menikah beda agama memang tidak akan merugikan orang lain, hanya saja di Indonesia terdapat beberapa peraturan yang tidak tertulis yang bisa menyinggung aturan adat bahkan norma – norma yang berlaku di negeri yang tidak menganut budaya kebarat – baratan ini.

            Indonesia masih sangat kental dengan nilai budaya dan juga aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat. Sehingga ketika ada perilaku yang dianggap menyimpang terutama dari hukum agama akan dianggap sebagai orang yang tidak mengerti dan melawan aturan yang berlaku.

            Di Indonesia sendiri permasalahan pernikahan beda agama ini bahkan sampai menarik perhatian pihak MUI atau Majelis Ulama Indonesia untuk mengambil tindakan tegas tentang putusan hukum menikah beda agama ini. Akhirnya MUI pun sampai membuat fatwa mengenai pernikahan beda agama ini.

            Fatwa pertama para ulama di MUI memustuskan bahwa pernikahan beda agama antara perempuan muslin dengan laki – laki non muslim yang dilakukan hukumnya adalah haram. Dan yang kedua juga seorang laki – laki muslim haram hukumnya jika menikahi wanita yang non muslim.

            Saat pengambilan keputusan untuk penentuan fatwa tersebut MUI menggunakan Hadits dan Alquran sebagai dasar hukumnya. Salah satu contohnya sudah dijelaskan didalam surat Al Baqarah ayat 121 yang menjelaskan bahwa dilarang seorang muslim untuk menikahi orang yang musyrik atau tidak menyembah Allah.

            Selain dari surat Al Baqarah ayat 221 ternyata MUI juga merujuk pada surat Al Maidah ayat ke 5 yang menjelaskan bahwa “barangsiapa yang melakukan pernikahan maka ia telah menjaga sebagian keimanannya, untuk itu hendaklah ia bertaqwa dan mengikuti semua perintah Allah.”

            Tidak hanya MUI saja yang mengeluarkan fatwa mengenai hukum pernikahan beda agama tersebut. Nahdatul Ulama atau NU juga telah mengeluarkan fatwa terkait pernikaha beda agama ini. NU mengatakan bahwa pernikahan antara dua orang yang memiliki perbedaan agama maka hukum perkawinannya tidak sah.

            Hal yang sama pun dilakukan oleh Majelis Tasrih dan Majelis Muhammadiyah yang juga mengeluarkan fatwa terkait pernikahan beda agama ini. Dengan tegas para ulama Muhammadiyah menyatakan bahwa seorang wanita muslim dilarang melakukan pernikahan dengan laki – laki yang tidak beragama Islam. Begitu juga sebaliknya laki – laki muslim dilarang menikahi wanita yang buka beragama Islam.

            Ternyata hukum dan peraturan tentang pernikahan beda agama ini bukan hanya ada dalam ajaran agama Islam, melainkan pada ajaran Nasrani juga. Dalam perjanjian al kitab 7 : 3 juga sudah dijelaskan bahwa umat Nasrani juga dilarang melakukan pernikahan dengan yang berbeda agama.

            Bahkan dalam UUD No 1 tahun 1974 pasal 1 juga sudah ditetapkan bahwa Pernikahan dikatakan sah apabila pernikahan tersebut dilakukan berdasarkan hukum masing – masing agama dan kepercayaan yang dianut. Jadi dari penjelasan – penjelasan diatas sudah jelas bahwa pernikahan bisa dikatakan sah secara hukum dan secara agama jika pasangan menganut keyakinan dan agama yang sama.

            Jadi untuk kedepannya jangan coba – coba untuk melangsungkan pernikahan berbeda agama karena pernikahan tersebut tidak bernilai sah dimata negara maupun dimata agama. Hal itu tentunya akan mempengaruhi tentang kejelasan hukum dari anak yang dilahirkan dari pasangan tersebut.